This is default featured slide 1 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 2 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 3 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 4 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 5 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
Jumat, 28 Februari 2014
Minggu, 16 Februari 2014
IMAM ASY-SYAUKANI MENENTANG SHUFI DAN SYI'AH
09.55
No comments
gambar: Kitab Nail Al-Authar, salah satu karya Imam Asy-Syaukani yang tersohor
Imam Asy-Syaukani dahulunya adalah Ulama' besar Syi'ah Zaidiyah di Yaman, akan tetapi setelah banyak mendalami agama, dan merujuk kembali kepada Qur'an dan Sunnah, terlihatlah Manhaj Salaf yang beliau tempuh. Anda bisa saksikan sendiri pada karya-karya beliau semisal Fathul Qadir (Tafsir Al-Qur'an) atau Nailul Author (Syarh Kumpulan Hadits dari keluarga Ibn Taimiyah), dsb. Beliau hidup dalam rentang waktu 77 tahun, 1173 – 1250 H.
Berikut adalah pendapat beliau tentang Maulid Nabi, sebuah ritual yang giat dirayakan oleh SHUFI dan SYI'AH dengan dalih sebagai Syi'ar agama Islam. Dan pendapat-pendapat beliau tersebut saya ringkas menjadi beberapa poin:
1. MAULID NABI TIDAK BERDALIL DAN TIDAK ADA DI MASA SALAF
Beliau berkata:
"Saya TIDAK MENDAPATKAN sampai sekarang DALIL argumentasi) didalam Al Qur’an, Sunnah, Ijma’, Qiyas dan Istidlal yang menjelaskan landasan amalan MAULID, bahkan kaum MUSLIMIN telah SEPAKAT, bahwa perayaan maulid nabi TIDAK ADA pada masa qurun yang terbaik (para shahabat, pent), juga orang yang datang sesudah mereka (para tabi’in) dan yang datang sesudah mereka (tabi’ tabi’in).
2. IJMA' MENYATAKAN MAULID NABI ADALAH BID'AH
Beliau berkata:
"Dan mereka (Muslimin) juga SEPAKAT bahwa yang pertama sekali melakukan Maulid ini adalah Sulthan Al Muzhaffar abu Sa’id Kaukaburi, anak Zainuddin Ali bin Baktakin, pemilik kota Irbil dan yang membangun mesjid Al Muzhaffari di Safah Qaasiyyun, pada tahun tujuh ratusan, dan tidak seorangpun dari kaum muslimin yang tidak mengatakan bahwa maulid tersebut bukan bid’ah."
3. PENYELENGGARA MAULID NABI HANYA BERDASAR TAKLID
Beliau berkata:
"Dan apabila telah tetap hal ini, jelaslah bagi yang memperhatikan (para pembaca) bahwasanya orang yang membolehkan maulid tersebut setelah dia mengakuinya sebagai bid’ah dan SETIAP yang BID'AH itu adalah SESAT, berdasarkan perkataan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, tidaklah dia (yang membolehkan maulid) mengatakan kecuali apa yang bertentangan dengan syari’at yang suci ini, dan tidak ada tempat dia berpegang kecuali hanya TAKLID kepada orang yang membagi bid’ah tersebut kepada beberapa macam, yang sama sekali tidak berlandasakan kepada ilmu."
4. PARA PENGHALAL MAULID NABI TELAH MENYIMPANG
Beliau berkata:
"Dan KESIMPULANNYA kita tidak bisa menerima dari seseorang yang mengatakan bolehnya suatu amalan kecuali setelah dia sebutkan ARGUMENTASI yang MENGKHUSUSKAN bid’ah yang dilakukannya tersebut keluar dari keumuman (hadits yang mengatakan: setiap yang baru itu adalah bid’ah dan setiap yang bid’ah adalah sesat, pent) yang tidak dia ingkari, adapun semata-mata ungkapan yang mengatakan “kata si Fulan atau pendapat si Fulan” ini sama sekali TIDAK BERMANFAAT, sebab kebenaran itu lebih besar (agung) dari setiap orang, dan jikalau seandainya kita percaya (berpegang) kepada perkatan manusia dan kembali berpegang kepada omongan belaka, tiada lain orang yang membolehkan bid’ah tersebut kecuali orang yang MENYIMPANG dari jalan kaum muslimin."
5. MAULID NABI ADALAH TIPU DAYA SHUFI
Beliau berkata:
"Adapun al ‘atirah (para keluarga rasulullah) dan para pengikutnya TIDAK kita temukan SATU perkataan PUN dari mereka yang MEMBOLEHKAN maulid tersebut, bahkan perkataan mereka seakan sepakat mengatakan: bid’ah ini muncul jauh dibelakangan hari, dan ia merupakan sarana yang paling jelek untuk timbulnya kerusakan (kemungkaran), oleh karena itu kamu melihat negeri ini (YAMAN) BERSIH dari segala TIPU DAYA orang-orang SHUFI, dan maulid nabi ini merupakan salah satu dari tipu daya mereka."
6. MAULID TELAH DILARANG OLEH SEORANG KHALIFAH
Beliau berkata:
"...dan KHALIFAH yang terakhir yang membela (memperjuangkan) yang demikian itu adalah al Mahdi Lidinillah Al ‘Abbas bin Al Manshur, sesungguhnya dia telah MELARANG perayaan MAULID dan memerintahkan untuk PENGHANCURAN sebagian KUBURAN yang diyakini oleh orang-orang awan, semoga Allah ta’ala memberikan ilham (taufig) kepada khalifah kita sekarang Al Manshur Billah -semogah Allah memeliharanya- untuk mengikuti as salafus sholeh (para shahabat, tabi’in, tabi’ tabi’in dan yang mengikuti jejak mereka, pent)."
7. MAULID NABI KEGEMARAN ORANG-ORANG AWAM
Beliau berkata:
"Bertebarnya bid’ah itu lebih cepat dari MENYEBARNYA API, betapa lagi bid’ah maulid, karena diri orang yang AWAM sangat menyukainya (merindukanya), ditambah lagi jikalau yang hadir bersama mereka orang-orang yang berilmu, terhormat dan yang berpangkat, sesudah itu mereka (orang yang awam) akan memahami bahwasanya “ perbuatan ini (maulid) merupakan tujuan dan bukanlah suatu bid’ah...”
Dan masih panjang lagi penjelasan beliau, yang tidak mungkin saya rangkumkan di sini semuanya...
Penjelasan beliau berikutnya terlihat begitu dalam dari sisi Ushul Fiqih. Beliau membantah Maulid Nabi dari segi Ushul Fiqih..!!!
------------------------------
Referensi:
- Kitab “Maa hukmul Ihtifal bi maulidin –Naby” (Apa Hukumnya Merayakan Maulid Nabi)
- Penulis : Imam Syaukani
- Editor: Abu Ahmad Abdul Aziz bin Ahmad bin Muhammad bin Hamuud Al Musyaiqih
- Penerjemah: Ali Musri Lc, Aspri Rahmat Lc, Arifin Badri Lc, dan M. Nur Ihsan Lc.
IMAM ASY-SYATHIBI: KSATRIA PEMERANG BID'AH
09.52
No comments
gambar: Kitab Al-I'tisham, karya tersohor dari Imam Asy-Syathibi
SEKILAS TENTANG IMAM ASY-SYATHIBI
Nama beliau: Ibrahim bin Musa, bin Muhammad Al-Lakhmi Al
Ghamathi Abu Ishak
Imam Asy-Syathibi adalah Ulama' besar di zamannya, di mana beliau meninggal pada tahun 709 H. Keahlian beliau terlihat pada perkara Ushul, Tafsir, Fiqih, Ilmu perawi Hadits, Bahasa dan ilmu Bayan, perdebatan melawan Syubhat dan Bid'ah, dan menguasai banyak disiplin ilmu lainnya.
Al Imam Al Hafizh bin Marzuq berkata tentang beliau:
"la adalah seorang syaikh, profesor, ahli ilmu fikih, seorang imam, muhaqqiq, dan ulama besar yang shalih; Abu Ishak (Asy-Syathibi)."
Guru-guru beliau di antaranya adalah para Imam: Al Qabab, Qadhi Al Fusytani, Imam Ibnu Arafah, dan Abu Abdullah bin Ubad
Dan di antaranya adalah para pakar Bahasa: Ibnu Al Fakhar Al Albiri, Abu Al Qasim As-Sabthi, Asy-Syarif Abu Abdullah At Talmasani, Abu Abdullah Al Muqri, Quthb Ad-Dairah, Ibnu Marzuq Al Jad, Abu Abdullah Al Balansi, dsb.
KARYA BELIAU: AL-I'TISHAM SANG PEMBONGKAR BID'AH
Di antara karya-karya Imam Asy-Syathibi terdapat sebuah kitab yang dinilai sangat istimewa dalam menjelajahi DEFINISI BID'AH dari sudut pandang Ushul Fiqih. Kitab beliau tersebut berjudul "Al-I'tishom" yang diteliti dan ditata ulang oleh Syaikh Muhammad Rasyid Ridho.
Dalam kitab beliau, saya kutip bagaimana "curhatan" beliau di saat berjuang memerangi Bid'ah dan membela Sunnah.
Beliau berkata:
"Terkadang aku juga dikatakan telah durhaka kepada para imam lantaran
aku tidak menyebutkan mereka pada khutbah, padahal penyebutan mereka
dalam khutbah adalah perbuatan baru yang tidak pernah dilakukan oleh
orang terdahulu..."
(Beliau tegas memerangi Bid'ah sekecil apapun...!)
Beliau melanjutkan:
"Terkadang mereka mengatakan bahwa aku memberatkan diri dalam
urusan agama, karena aku konseksuen dalam hukum dan fatwa serta memakai madzhab-madzhab besar yang sudah diketahui keabsahannya. Padahal, aku tidak melebih-lebihkannya, dan justru mereka yang melampaui batas serta memberikan fatwa dengan sesuatu yang mudah bagi yang bertanya dan sesuai dengan hawa nafsu mereka, walaupun fatwa tersebut cacat dalam pandangan madzhab yang diakui atau madzhab yang lain. Para imam dan ulama besar pun berbeda pendapat dengan pendapat tersebut. Masalah ini akan dipaparkan di dalam kitab Al Muwafaqat..."
(Beliau tegas menentang Taklid Madzhab...!)
Beliau melanjutkan:
Terkadang aku digolongkan dalam jajaran orang yang memusuhi para
wali Allah, lantaran aku memusuhi sebagian orang fakir yang melakukan
bid'ah dan melanggar Sunnah Nabi SAW tetapi merasa telah mendapatkan
hidayah Allah."
Beliau melanjutkan:
"Aku katakan kepada khalayak ramai bahwa orang yang merasa telah menyerupai ahli sufi sama sekali tidak akan bisa menyerupai..."
(Beliau membantah Shufi yang tidak berjalan di Manhaj Salaf..!)
Beliau melanjutkan:
"Terkadang aku dikatakan sebagai orang yang menyalahi Ahlus-Sunnah
wal Jama’ah, sebab kelompok yang diperintahkan untuk diikuti adalah al
firqah an-najiyah. Mereka tidak tahu bahwa sesungguhnya kelompok itu
adalah kelompok yang mengikuti jejak Nabi SAW, para sahabat, dan para
pengikut mereka yang baik..."
(Karena menentang Bid'ah dengan tanpa pandang bulu, beliau pun dituduh telah keluar dari Ahlussunnah wal Jama'ah...!)
---------------------
Disadur dari Kitab Al-I'tishom terj., karya Imam Asy-Syathibi, hlm. xiv
Bersambung ke Episode selanjutnya...
Rabu, 05 Februari 2014
MUFTI HADHRAMAUT YAMAN MENGGUNCANG PARA HABIB
Gambar: Habib Abdurrahman bin Abdillah As-Saqqoof
Mufti Hadromaut Habib Al-'Allaamah Abdurrohman bin Abdillah As-Saqqoof (wafat tahun 1375 H), seorang Mufti Hadhramaut sendiri membantah gerakan-gerakan Shufi yang tersebar di Hadromaut Yaman.
Biografi beliau bisa dibuka di sini:
http://www.hadhramy.net/?ShowThreed=SHOWWRITER&CODE=FFFFFF-000000-W1W1W1-F2F2F2-CCCCCC&Key=D3-423-7D916
dan di sini:
http://www.altareekh.com/article/view/4948-%D9%85%D9%81%D8%AA%D9%8A-%D8%AD%D8%B6%D8%B1%D9%85%D9%88%D8%AA-%D9%88%D9%82%D8%A7%D8%B6%D9%8A%D9%87%D8%A7-%D8%B9%D8%A8%D8%AF%D8%A7%D9%84%D8%B1%D8%AD%D9%85%D9%86-%D8%A8%D9%86-%D8%B9%D8%A8%D9%8A%D8%AF-%D8%A7%D9%84%D9%84%D9%87-%D8%A7%D9%84%D8%B3%D9%82%D9%91%D8%A7%D9%81.html
Salah satu karya beliau dapat di lihat di sini:
http://www.ahlalhdeeth.com/vb/showthread.php?t=171629
KAJIAN ILMIAH SHUFI DI SINI!
00.47
No comments
Website tentang Shufi ini bisa dibuka langsung di sini:
http://www.alsoufia.com
Selamat mengenal SHUFI...!!!
HABIB ALI AL-JUFRI DIBANTAH HABIB DR. KHALDUN MAKKI AL-HASANI
Download bantahan dari seorang Habib Salafi: Dr. Khaldun Makki Al-Hasani, kepada Habib Shufi: Ali Al-Jufri di sini:
http://www.4shared.com/office/bw_ToTWs/____.html
Kitab bantahan tersebut berjudul: "Mau Ke Mana Wahai Habib Al-Jufri"
Langganan:
Komentar (Atom)














