gambar: Kitab Al-I'tisham, karya tersohor dari Imam Asy-Syathibi
SEKILAS TENTANG IMAM ASY-SYATHIBI
Nama beliau: Ibrahim bin Musa, bin Muhammad Al-Lakhmi Al
Ghamathi Abu Ishak
Imam Asy-Syathibi adalah Ulama' besar di zamannya, di mana beliau meninggal pada tahun 709 H. Keahlian beliau terlihat pada perkara Ushul, Tafsir, Fiqih, Ilmu perawi Hadits, Bahasa dan ilmu Bayan, perdebatan melawan Syubhat dan Bid'ah, dan menguasai banyak disiplin ilmu lainnya.
Al Imam Al Hafizh bin Marzuq berkata tentang beliau:
"la adalah seorang syaikh, profesor, ahli ilmu fikih, seorang imam, muhaqqiq, dan ulama besar yang shalih; Abu Ishak (Asy-Syathibi)."
Guru-guru beliau di antaranya adalah para Imam: Al Qabab, Qadhi Al Fusytani, Imam Ibnu Arafah, dan Abu Abdullah bin Ubad
Dan di antaranya adalah para pakar Bahasa: Ibnu Al Fakhar Al Albiri, Abu Al Qasim As-Sabthi, Asy-Syarif Abu Abdullah At Talmasani, Abu Abdullah Al Muqri, Quthb Ad-Dairah, Ibnu Marzuq Al Jad, Abu Abdullah Al Balansi, dsb.
KARYA BELIAU: AL-I'TISHAM SANG PEMBONGKAR BID'AH
Di antara karya-karya Imam Asy-Syathibi terdapat sebuah kitab yang dinilai sangat istimewa dalam menjelajahi DEFINISI BID'AH dari sudut pandang Ushul Fiqih. Kitab beliau tersebut berjudul "Al-I'tishom" yang diteliti dan ditata ulang oleh Syaikh Muhammad Rasyid Ridho.
Dalam kitab beliau, saya kutip bagaimana "curhatan" beliau di saat berjuang memerangi Bid'ah dan membela Sunnah.
Beliau berkata:
"Terkadang aku juga dikatakan telah durhaka kepada para imam lantaran
aku tidak menyebutkan mereka pada khutbah, padahal penyebutan mereka
dalam khutbah adalah perbuatan baru yang tidak pernah dilakukan oleh
orang terdahulu..."
(Beliau tegas memerangi Bid'ah sekecil apapun...!)
Beliau melanjutkan:
"Terkadang mereka mengatakan bahwa aku memberatkan diri dalam
urusan agama, karena aku konseksuen dalam hukum dan fatwa serta memakai madzhab-madzhab besar yang sudah diketahui keabsahannya. Padahal, aku tidak melebih-lebihkannya, dan justru mereka yang melampaui batas serta memberikan fatwa dengan sesuatu yang mudah bagi yang bertanya dan sesuai dengan hawa nafsu mereka, walaupun fatwa tersebut cacat dalam pandangan madzhab yang diakui atau madzhab yang lain. Para imam dan ulama besar pun berbeda pendapat dengan pendapat tersebut. Masalah ini akan dipaparkan di dalam kitab Al Muwafaqat..."
(Beliau tegas menentang Taklid Madzhab...!)
Beliau melanjutkan:
Terkadang aku digolongkan dalam jajaran orang yang memusuhi para
wali Allah, lantaran aku memusuhi sebagian orang fakir yang melakukan
bid'ah dan melanggar Sunnah Nabi SAW tetapi merasa telah mendapatkan
hidayah Allah."
Beliau melanjutkan:
"Aku katakan kepada khalayak ramai bahwa orang yang merasa telah menyerupai ahli sufi sama sekali tidak akan bisa menyerupai..."
(Beliau membantah Shufi yang tidak berjalan di Manhaj Salaf..!)
Beliau melanjutkan:
"Terkadang aku dikatakan sebagai orang yang menyalahi Ahlus-Sunnah
wal Jama’ah, sebab kelompok yang diperintahkan untuk diikuti adalah al
firqah an-najiyah. Mereka tidak tahu bahwa sesungguhnya kelompok itu
adalah kelompok yang mengikuti jejak Nabi SAW, para sahabat, dan para
pengikut mereka yang baik..."
(Karena menentang Bid'ah dengan tanpa pandang bulu, beliau pun dituduh telah keluar dari Ahlussunnah wal Jama'ah...!)
---------------------
Disadur dari Kitab Al-I'tishom terj., karya Imam Asy-Syathibi, hlm. xiv
Bersambung ke Episode selanjutnya...







0 komentar:
Posting Komentar