sumber gambar: google
Catatan Ahmad Ubaidillah
Jangan-jangan telinga kita sudah diembargo dari asupan suara
Al-Qur’an. Jangan-jangan ayat-ayatnya sudah dijadikan tersangka teroris yang
dicari, dicurigai, dibunuh, dan diperangi di telinga kita. Maka ini sudah masuk
tingkatan SIAGA SERATUS...!
“Bukankah ayat-ayat-Ku telah dibacakan kepadamu sekalian,
tetapi kamu selalu MENDUSTAKANNYA?”[1]
“Sesungguhnya ayat-ayatKu (Al Quran) selalu dibacakan kepada
kamu sekalian, maka kamu selalu BERPALING ke belakang.”[2]
2 tindakan di atas ini, adalah bentuk dari meninggalkan
Al-Qur’an.Tersinggung atau tidak, kita mesti melihatnya dari 2 sebab utamanya:
1. Blokade oleh Allah langsung
Blokade Al-Qur’an jenis ini marak terjadi pada orang-orang
Kafir, Musyrik, Munafiq, Ahli Bid’ah, dan Fasiq. Atau orang-orang yang
menyerupai mereka. Atau orang-orang yang akrab dengan mereka.
Pertama, blokade
Allah berlaku bagi orang yang merasa RISIH dari mendengar ayat Al-Qur’an.
Bahkan rasa risih ini bisa menyebabkan pelakunya diblokade dari Hidayah
selama-lamanya!
“Dan siapakah yang lebih zalim dari pada orang yang telah
diperingatkan dengan AYAT-AYAT Tuhannya lalu dia BERPALING dari padanya dan
melupakan apa yang telah dikerjakan oleh kedua tangannya? Sesungguhnya Kami
telah meletakkan tutupan di atas hati mereka, (sehingga mereka tidak)
memahaminya, dan (Kami letakkan pula) SUMBATAN di TELINGA mereka; dan
kendatipun kamu menyeru mereka kepada petunjuk, niscaya mereka tidak akan
mendapat petunjuk SELAMA-LAMANYA.”[3]
Kedua,
karena MELUPAKAN planning dan mindmapAKHIRAT di kepalanya. Yang
memenuhi otak hanya dunia, dunia, dan dunia. Sekaligus yang ketiga,
karena rasa BENCI yang mendalam.
“Dan apabila kamu membaca Al Quran niscaya Kami adakan
antara kamu dan orang-orang yang TIDAK BERIMAN kepada kehidupan AKHIRAT, suatu DINDING
yang TERTUTUP,
dan Kami adakan tutupan di atas hati mereka dan SUMBATAN di TELINGA
mereka, agar mereka tidak dapat memahaminya.Dan apabila kamu menyebut Tuhanmu
saja dalam Al Quran, niscaya mereka BERPALING ke belakang karena BENCINYA.”[4]
Keempat, karena
CUEK dari nasehat dan Al-Qur’an dengan berdalih, “suka-suka kami, lah, kamu
urus dirimu aja sendiri”, seperti dalam ayat berikut:
“Mereka berkata: ‘Hati kami berada dalam tutupan (yang
menutupi) apa yang kamu seru kami kepadanya (Al-Qur’an) dan telinga kami ada sumbatan,serta
antara kami dan kamu ada dinding (pembatas), maka BERBUATLAH KAMU, sesungguhnya
KAMI BERBUAT (pula).’”[5]
Penderita paling akut dariblokade ini adalah:
“Mereka itulah orang-orang yang DILAKNATI Allah dan
DITULIKAN-NYA TELINGA mereka dan dibutakan-Nya penglihatan mereka.”[6]
Na’udzubillah,
sampai-sampai
Kesimpulannya, ada 4 tindakan kepada Al-Qur’an yang bisa
berakibat blokade fatal di atas:
- Risih
- Lupa Akhirat
- Benci
- Cuek.
2. Blokade oleh Jin Setan dan Manusia Setan
Blokade Al-Qur’an jenis ini marak terjadi pada mayoritas
manusia, terutama para muslim sebagai target utama. Blokade ini adalah
tingkatan pertama, sebelum menuju tahap blokade yang berbahaya (blokade
pertama). Ada 2 makhluk yang beraksi dalam penyingkiran Al-Qur’an dari telinga:
Jin Setan dan Manusia Setan. Proyek-proyek mereka antara lain:
Pertama,
kata-kata indah yang menipu:
“Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh,
yaitu SYAITAN-SYAITAN (dari jenis) MANUSIA dan (dan jenis) JIN, sebahagian
mereka membisikkan kepada sebahagian yang lain perkataan-perkataan yang INDAH-INDAH
untuk MENIPU (manusia). Jikalau Tuhanmu menghendaki, niscaya mereka tidak
mengerjakannya, maka tinggalkanlah mereka dan apa yang mereka ada-adakan.”[7]
Waspada! Pepatah, puisi, sya’ir, angan-angan, filsafat, dan
berbagai gombalan kata-kata indah bisa membuka celah bagi Syaitan untuk menyelipkan
bom waktu tipuannya. Cobalah lihatpara perangkai dan penikmat kata-kata indah, seringkali
tanpa sadar mereka sedang berjalan menjauhi keindahan Al-Qur’an.
Kedua, sibuk
tiada henti:
“Dan orang-orang yang kafir berkata: ‘JANGANLAH kamu MENDENGAR
dengan sungguh-sungguh akan Al Quran ini dan buatlah HIRUK-PIKUK terhadapnya,
supaya kamu dapat mengalahkan mereka.’”[8]
Ada yang sibuk dengan TV tapi tidak mau mengaku, atau dengan
gadget, facebook dan twitter tapi berdalih silaturrahim, atau dengan shopping,fashion,
dan film, tapi bilang refreshing, atau kuliner dan wisata, tapi bilang:
“Apaan sih, jadi orang kok sewot!” Waduh, kena semprot.
Sibuk, sibuk, sibuk. Sibuk apa, seh? Saking sibuknya sampai
terus dipikirin ketika Shalat. Sibuk itu jauh dari dengerin Al-Qur’an. Sibuk
itu nangis berliter-liter karena dengerin selain Al-Qur’an. Sibuk itu
berjam-jam kerjain ini dan itu, pas semenit dengerin Al-Qur’an langsung
ngantuk.
“Ah, biasa aja kali... gak usah segitunya...”
“Iya, iya, tuh, orang-orang Kafir nyengir lebar-lebar,
dengar kamu ngomong gitu...”
Ketiga, kontaminasilife
styleorangKafir:
“Dan apabila DIBACAKAN kepada mereka AYAT-AYAT Kami yang
terang (maksudnya), niscaya orang-orang yang kafir berkata kepada orang-orang
yang beriman: "Manakah di antara kedua golongan (kafir dan mukmin) yang
lebih baik TEMPAT TINGGALNYA dan lebih indah TEMPAT PERTEMUAN(nya)?"”[9]
Saat mata udah silau ngelihat Barat yang udah terlalu maju. Saat
begitu teganya ngata-ngatain Islam itu kolot, sempit, beku, ndeso,
melarat. Saat itulah telinga mereka pantas menjadi ladang subur buat ritual
musik, film, filsafat, dan fashionagama Westernisme.
Keempat,
mengubah makna ayat Al-Qur’an:
“Apakah kamu masih mengharapkan mereka akan percaya
kepadamu, padahal segolongan dari mereka MENDENGAR firman Allah, lalu mereka MENGUBAHNYA
setelah mereka memahaminya, sedang mereka mengetahui?”[10]
Serius! Torah dan Bible sekarang adalah bukti nyata korban
kriminal akal picik mereka. Mereka rombak kata-kata di dalamnya. Tidak puas
dengan itu, mereka mentarget korban selanjutnya adalah Al-Qur’an yang Allah
jaga ini.Meski mereka tidak bisa mengubah kata-kata di dalamnya,bukankah mereka
bisa mengubah makna dan pemahamannya?
Cobalah dengar suara mulut-mulut Islam Liberal yang sibuk
mengunyah uang!Coba lihat betapa buta para pengagumnya, tidak melihat di dalam
kepala idolanya, ada tangan-tangan Yahudi Liberal dan Kristen Liberal asyik
mengetik kata-kata dan nilai transfer.
Kelima, menghina
sang Nabi:
“Dan sesungguhnya orang-orang kafir itu benar-benar hampir
menggelincirkan kamu dengan pandangan mereka, tatkala mereka MENDENGAR Al Quran
dan mereka berkata: ‘Sesungguhnya ia (Muhammad) benar-benar orang yang GILA.’”[11]
“Slow down, fren, tiap orang punya opini.”
“Ya, udah, aku bilang bapak kamu gila, mau enggak?”
“Ya, jangan gitu juga kali...”
“Lha ini Nabi kita, orang yang lebih penting dari bapakmu
dan bapakku.”
“Ya udah gak usah bawa-bawa bapak... santai-santai...”
“Apalagi bawa-bawa Nabi...”
Fren, Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallamsudah
banyak diejek-ejek oleh kaum Liberal, Orientalis dan Evangelis dengan cacian:
gila darah, gila jabatan, gila wanita, dsb. dalam berjilid-jilid buku dan
makalah. Dan dengan tenangnya, mereka berlindung kepada HAM (Saya baru tahu
kalau ada tempat berlindung baru).Terima?
Lebih tragis lagi, sebagian orang Islam yang ngakunya
pemikir justru santai-santai dengar Nabinya diejek. Bilangnya:
“Ini kan opini orang, kita harus menghargai, Nabi tidak usah
dibela juga tetap menang.”
“Mas, saya gak bisa bayangkan kalau dulu Sahabat Nabi punya
mental seperti sampeyan...”
So, saat orang santai mendengar Nabinya dihina-hina, saat
ajaran Sunnah-nya dipandang sebelah mata, saat itu pula dia semakin santai
meninggalkan Al-Qur’an dan mulai gatal mendengarkannya.
Keenam, forum
penghinaan Al-Qur’an:
“Dan sungguh Allah telah menurunkan kekuatan kepada kamu di
dalam Al Quran bahwa apabila kamu MENDENGAR AYAT-AYAT Allahdiingkari dan DIPEROLOK-OLOKKAN
(oleh orang-orang kafir), maka JANGANLAH kamu DUDUK beserta mereka, sehingga
mereka memasuki pembicaraan yang lain. Karena sesungguhnya (kalau kamu berbuat
demikian), tentulah kamu serupa dengan mereka. Sesungguhnya Allah akan
mengumpulkan semua orang-orang munafik dan orang-orang kafir di dalam
Jahannam,”[12]
Untuk mencari group diskusi yang asyik menghina ayat-ayat
Al-Qur’an ini begitu mudah. Mulai dari media-media sosial, media massa, sampai organisasi
mahasiswa, anda bisa lihat bagaimana seriusnya perdebatan dan penghinaan yang
mereka koar-koarkan. Satu kali saja ikut duduk dalam forum mereka, akan
mendatang puluhan keraguan tentang Al-Qur’an, yang kemudian membuat anda putus
hubungan dengan Al-Qur’an.
“Kalau duduk bareng mereka buat dakwah gimana?”
“Kamu udah hafal Al-Qur’an belum?”
“Belum sih... tapi kan...”
“Kalau Al-Qur’an mereka serang, terus kamu gak bisa jawab
gimana? Siap tanggung jawab? Hayo..? Hayo?”
Ketujuh,
pembunuhan dan penyiksaan:
“Dan apabila DIBACAKAN di hadapan mereka AYAT-AYAT Kami yang
terang, niscaya kamu melihat tanda-tanda keingkaran pada muka orang-orang yang
kafir itu. Hampir-hampir mereka MENYERANG orang-orang yang membacakan ayat-ayat
Kami di hadapan mereka...”[13]
Dan
inilah puncak proyek mereka. Saat anda membiarkan 6 proyek sebelumnya berjalan
di sisi anda, saat itu pula proyek ke-7 ini dibangun.Bukankah Negara palsu
Israel (Yahudi)telah membakar Al-Qur’an dan membantai para penghafalnya di
Palestina?Atau Rezim bengis Suriah, yakni kaum Syi’ah Nushairiyah, juga Syi’ah
Hutsiy di Dammaj, Yaman, yang tidak puas-puasnya membakar Al-Qur’an danmembunuh
para penghafalnya. Apakah telinga kita sudah tertutup dari ini semua?
Siap
cinta Al-Qur’an, berarti siap merelakan kontrak pakai telinga buat dengarin
Al-Qur’an. Bahkan juga harus siap korbankan seluruh aliran nafas dan darah di
dalam tubuh kita.Siap menjadi pasukan pembela Al-Qur’an di mana pun kita
berada. Menjadi orang yang dipilih Al-Qur’an, -dipilih oleh perkataan Tuhan
yang Menciptakan Kita.







begus conkkk...
BalasHapus