Blogger news

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Minggu, 22 September 2013

KH. HASYIEM ASY'ARIE BICARA KIAMAT



PASAL[1] DALAM PEMAHAMAN TERHADAP
PETUNJUK-PETUNJUK AKAN DEKATNYA PERIODE KIAMAT

Tanda-tanda bahwa periode kiamat telah dekat menghampiri suatu zaman, sungguh ada begitu banyak yang perlu kita sebut, ingat dan pahami. Di antaranya adalah tidak adanya orang yang saling menolong dan membantu agama. Ini bersumber dari Anas bin Malik ra. tentang sabda Rasulullah Saw. : “Akan datang kepada manusia suatu zaman di mana manusia menjadi sabar terhadap keadaan agamanya seperti sedang memegang api.” (HR. Tirmidzi)
Lalu di antaranya pula, dari Anas bin Malik ra. tentang sabda Rasulullah Saw. : “Di akhir zaman akan didapati hamba-hamba yang bodoh[2] dalam beribadah dan para pembaca Al-Qur’an yang fasik[3].” (HR. Abu Na’iem dalam Hilyah[4] dan HR. Hakim dalam Mustadrak[5])
Lalu di antaranya pula, dari Anas bin Malik ra. tentang sabda Rasulullah Saw. : “Tidak terjadi/datang periode kiamat sampai tiba saatnya di mana manusia saling berlomba-lomba dalam memegahkan masjid-masjid penuh kesombongan terhadap masing-masing mereka[6].” (HR. Ahmad dalam hadis musnad [7] kumpulannya dan Abu Daud dalam sunah-sunah[8]kumpulannya)
Selanjutnya pula, dari Anas bin Malik ra. tentang sabda Rasulullah Saw. : “(Dari tanda-tanda dekatnya kiamat) Terputusnya kasih sayang, berkhianatnya orang-orang yang dipercaya, dan dipercayanya para pengkhianat.” (HR. Thabrani)
Dari Ibn Mas’ud ra., tentang sabda Rasulullah Saw. : “(Dari tanda-tanda dekatnya kiamat) antara lain, sombongnya keluarga dan kaum kerabat, lalu terlihatnya hilal[9] secara nyata dengan dua tanda pembuka (bulan pada tahun hijriah), yakni yang terbit sehingga dikatakan bahwa ia milik dua malam.”
Dan dari tanda-tanda dekatnya kiamat pula antara lain, orang-orang yang shalih berpulang (wafat) satu per-satu terlebih dahulu (dari kaum lainnya), lalu menetapnya kehinaan [10] seperti sesuatu yang gugur dari tangkai gandum maupun kurma. (HR. Ahmad dan Bukhari)
Juga (dari tanda-tanda dekatnya kiamat), tidak akan datang periode kiamat sampai sikap zuhud[11] tinggal menjadi riwayat (cerita) dan sikap wara’[12] tinggal menjadi kepura-puraan yang dibuat-buat. (HR. Abu Nu’aim dalam Hilyah[13])
Lalu dari Ibn Mas’ud ra. mengenai tanda-tanda dekatnya kiamat, yakni, bila anak justru menyebabkan kemarahan, lalu hujan justru menyebabkan hawa yang panas, serta membanjirnya orang-orang yang keji tabi’atnya lagi kikir, dengan begitu derasnya. (HR. Thabrani)
Dari Ibn Mas’ud ra. pula, bahwa tidak akan terjadi hari kiamat, hingga tiba saatnya orang-orang munafik[14] menjadi tinggi martabatnya, sehingga mampu menguasai dan mengepalai kabilah[15]nya masing-masing, serta di saat pemimpin dari suatu kaum adalah orang yang paling buruk[16] dari mereka, juga di saat orang-orang fasik[17] memperoleh martabat yang mulia di antara kabilah[18]nya masing-masing (HR. Thabrani)
Lalu dari Ibn Mas’ud ra. pula, bahwa termasuk tanda-tanda dekatnya hari kiamat antara lain ialah, saat mihrab-mihrab[19] diperhias namun hati-hati manusia justru mengidap penyakit[20]. (HR. Thabrani)
Selanjutnya dari Ibn Mas’ud ra. pula, bahwa termasuk tanda-tanda dekatnya hari kiamat antara lain ialah, semaraknya[21] perdagangan sehingga seorang istri ikut membantu suaminya dalam perdagangan, terputusnya perbuatan mengasihi (orang lain), semaraknya pena, tertampakkannya sumpah-sumpah beriring dusta (HR. Ahmad, Bukhari) Adapun maksud dari “semaraknya pena” adalah kiasan atas banyaknya tulisan (makalah, kitab, dsb.) dan sedikitnya ulama’, yakni di mana mereka mencukupkan dirinya dengan mempelajari khat (tulisan) untuk mencampuri pemerintah (dalam urusan pemerintahan)
Dari Abu Hurairah ra., bahwa termasuk dari tanda-tanda dekatnya hari kiamat antara lain saat di mana amanah (pemercayaan) diambil untuk mendapatkan sesuatu (harta) tanpa bersusah payah, dan zakat diambil untuk membayar hutang, serta ilmu dipelajari terlepas dari dedikasi (pengabdian) terhadap agama (HR. Tirmidzi)
Dari Abu Hurairah ra. pula, bahwa termasuk dari tanda-tanda dekatnya hari kiamat antara lain saat di mana seorang lelaki menaati wanita pasangannya namun mendurhakai ibunya sendiri, ia lebih memilih mendekati sahabatnya namun justru menjauhkan ayahnya sendiri dari dirinya, serta meningginya[22] suara-suara di masjid-masjid (HR. Tirmidzi)
Lalu dari Abu Hurairah ra. pula, bahwa termasuk dari tanda-tanda dekatnya hari kiamat antara lain saat di mana munculnya biduan-biduan (penyanyi) wanita, alat-alat musik, dan diminumnya khamr-khamr, di mana generasi akhir dari umat tersebut melaknat generasi pertamanya (yang menggagas dan membuatnya)
Dari Anas bin Malik ra., bahwa termasuk dari tanda-tanda dekatnya hari kiamat antara lain saat di hadapan Dajjal terdapat tahun-tahun yang penuh tipu muslihat, dalam tahun-tahun tersebut orang yang jujur diingkari, namun orang yang berbohong justru dipercaya, pada saat itu pula orang yang terpercaya (kuat menjaga amanah) dituduh berkhianat, sedangkan orang yang berkhianat justru dipercayai amanah, serta pada saat itu pula Ruwaibudlah berbicara, dan dikatakan “Apa itu Ruwaibudlah?” Rasulullah menjawab dalam sabdanya, “Seorang lelaki bodoh yang berbicara mengenai perkara yang luas (umum).” (HR. Ahmad dan Bazzar)
Dari Samirah bin Jandab ra., bahwa tidak akan datang kiamat hingga kalian melihat perkara-perkara besar yang belum pernah kalian perbincangkan, perkara itu begitu besar dan tidak diserupai oleh apapun[23] (tidak terpikirkan) dalam diri kalian, lalu kalian bertanya (atau mungkin ditanyai) “Apakah nabi kalian pernah menyebutkan perkara tersebut sekalipun?” lalu hingga kalian melihat gunung-gunung hancur pada pasak-pasaknya (tempat-tempat tegaknya gunung) (HR. Ahmad dan Thabrani)
Dari Abu Hurairah ra., bahwa dari tanda-tanda dekatnya hari kiamat antara lain saat di mana suatu perkara disandarkan (dipasrahkan) kepada orang yang bukan ahlinya, maka nantikanlah kedatangan periode akhir zaman tersebut (HR. Bukhari)



[1] Bagian yang menjelaskan tentang sesuatu dan memisahkan dari bagian lainnya (Mashdar dari fahsala yang berarti qatha’ahu wa abaanahu, lihat Kamus al-Munjid fil lughah, hlm. 575 baris ke-7 di kolom ke-2)
[2] Tidak mengetahui sya’riat, tarikat, dan hakikat ibadahnya
[3] Keluar dari garis kebenaran Al-Qur’an itu sendiri, diambil dari arti fasik secara lughawi, kharaja ‘an thariiqil haqqi wa ash-shawaabi, yakni keluar dari jalan kebenaran, lihat Kamus al-Munjid fil lughah, hlm. 573 baris ke-35 di kolom ke-1
[4] Hilyah al- Auliyaa’, kitab karangan Abu Na’iem al-Ashbahaniy
[5] Salah satu kitab karangan Hakim
[6] Lihat Kamus al-Munjid fil lughah, tabaahaa di hlm. 52 baris ke-21 kolom ke-2 dan tafaakhara di hlm. 571 baris ke-17-19 di kolom ke-3
[7] Sanadnya tersambung menuju Rasulullah Saw. dari pangkal hingga ujungnya, merupakan khabar (serupa dengan hadis namun juga berasal dari selain sabda Rasulullah Saw. juga lebih umum) yang kedudukannya berada di antara maqbul (diterima) dan mardud (diterima), lihat Taiisiiru Mushthalah al-Hadits, 1985 M., hlm. 17 dan 135-136
[8] Kejadian praktikal dari pengamalan syari’at sejak zaman Rasulullah Saw. hingga akhir zaman para sahabat, lihat Al-Mudkhil ilaa ‘ilm al-Hadits, 1427 H., hlm. 6
[9] Ghurratul Qamar, yaitu awal bulan dengan bentuk sabit dalam rentang waktu tanggal 1-3 atau 1-7 juga dua malam di akhir bulan atau juga di tanggal 26-27 selain dari itu disebut dengan “Qamar”, lihat Kamus al-Munjid fil lughah, hlm. 870 baris ke-40-44 di kolom ke-1
[10] Hutsaalatun bermakna rudzaalatun pada Kamus al-Munjid fil lughah, hlm. 118 baris ke-23 di kolom ke-1 yang berarti sesuatu yang terpilih kebaikannya dan tetap keburukannya pada Kamus al-Munjid fil lughah, hlm. 257 baris ke-20 di kolom ke-1, lalu hlm. 835 baris 15 kolom ke-1, sedangkan jika disandarkan pada sesuatu, maka artinya adalah yang paling buruk pada hlm. 257 baris ke-21 di kolom ke-1
[11] Menghindarkan diri dari kenikmatan dunia demi tujuan beribadah, lihat Kamus al-Munjid fil lughah, hlm. 308 baris ke-35-37 di kolom ke-2
[12] Menjauhi perbuatan dosa dan menolak sesuatu yang bersifat syubhat serta tindakan maksiat, lihat Kamus al-Munjid fil lughah, hlm. 896 baris ke-20-21 di kolom ke-3
[14] Orang yang berpura-pura pada agamanya, lihat Kamus Al-Kaamil, hlm. 570 baris ke-9 di kolom ke-2
[15] Suatu Bani yang berasal dari satu bapak, lihat Kamus al-Munjid fil lughah, hlm. 607 baris ke-24-25  di kolom ke-2, yang dengan bahasa lainnya berarti marga, klan, atau suku, lihat KLBI
[16] Dilengkapi pula dengan artian sifat yang keji, hina dan jahat, lihat Kamus Al-Kaamil, hlm. 140 baris ke-2 di kolom ke-2
[17] Lihat arti fasik di catatan kaki no. 3
[18] Lihat arti kabilah di catatan kaki no.15
[19] Majlis dan tempat berkumpul masyarakat, lihat Kamus al-Munjid fil lughah, hlm. 124 baris ke-40-41 di kolom ke-3, namun jika disandarkan kepada masjid, maka dapat berarti tempat imam, lihat Kamus al-Munjid fil lughah, hlm. 125 baris ke-1-2 di kolom ke-1
[20] Shaara Masyquuqal udzuuni aw matsquubahaa, lihat Kamus al-Munjid fil lughah, hlm. 172 baris ke-38-39 di kolom ke-1, atau bisa berarti Hadamahu wa dammarahu, al-Munjid fil lughah, hlm. 172 baris ke-25 di kolom ke-1, yang terdapat dalam Kamus Al-Kaamil, hlm. 104 baris ke-14 di kolom ke-1
[21] Intasyaara wa dzaa’a, lihat Kamus al-Munjid fil lughah, hlm. 584 baris ke-23 di kolom ke-2, yang berarti tersiar, tersebar, namun juga memiliki makna khabruhu aw fadhluhu aw sirruhu di baris ke-23, yakni berita, keutamaan dan rahasia mengenainya
[22] Muthaawa’u rafa’a mengikuti kata rafa’a (dalam artiannya), yakni akhadzahu (mengambilnya) juga dapat berarti ash’ada yakni meninggikan, lihat Kamus al-Munjid fil lughah, hlm. 272 baris ke-28-30 di kolom ke-1, namun juga bisa berarti tinggi, naik dan hilang, dalam Kamus al-Kaamil, hlm. 146 baris ke-6 di kolom ke-2
[23]Adhuma wa lam yajri ‘ala istiwaa’in, lihat Kamus al-Munjid fil lughah, hlm. 591 baris ke-33-34 di kolom ke-1

Sabtu, 21 September 2013

السيرة الذاتية


sumber gambar: dok. pribadi




أحمد عبيد الله ابن بيبيت وحيو نوغراهو
مالنج جاوى الشرقي إندونيسيا
رقم الجوال : 6281233368738+
ubetheology@gmail.com الرسالة الإيلكترونية :

البيانات الشخصية

§        تاريخ الميلاد            : 21 مايو 1994 مـ / 10 ذو الحجة 1414 هـ
§        مكان الميلاد            : مالنج جاوى الشرقي إندونيسيا       
§        الجنسية                 : الإندونيسي
§        الحالة الاجتماعية       : عزيب
§        اسم الأب                 : بيبيت وحيو نوغراهو
§        اسم الأم                  : تيتيك سوليسيوواتى
§        العنوان                    : سريغادينج الداخل نمرة 8 لووكوارو بمدينة مالنج جاوى الشرقي
                                  إندونيسيا


المؤهلات الدراسية

§        متخرج المدرسة الإبتدائية الوطانية في مدينة مالنج جاوى الشرقي عام 2006
§        متخرج لمعهد الأمين برندوان سومنب مادورا عام 2012
§        متعلم لمعهد عمر بن الخطاب سورابايا جاوى الشرقي عام 2013

الخبرات التدريسية

§        مدرس في معهد الأمين بوغيه ببمكاسان مادورا لبرنمج خدمة التربوية لمعهد الأمين برندوان سومنب مادورا عام 2012

الخبرات النشاطية  

§        رئيس قسم الفنون و المهارات لرابطة الطلبة بتربية المعلمين الإسلامية لمعهد الأمين برندوان سومنب مادورا عام 2011
§        الكاتب العام لرابطة الطلبة بتربية المعلمين الإسلامية لمعهد الأمين برندوان سومنب مادورا عام 2011
§        رئيس قسم لشؤون المكتبة و التصدير لرابطة الطلبة بتربية المعلمين الإسلامية لمعهد الأمين برندوان سومنب مادورا عام 2012
§        رئيس تحرير  مجلة " خزانة " بتربية المعلمين الإسلامية لمعهد الأمين برندوان سومنب مادورا عام 2012
§        رئيس اللجنة للدورة و المناقشة العلمية عن كتاب السيرة النبوية الأدبية "محمد صلى الله عليه و سلم" لمعهد الأمين برندوان سومنب مادورا عام 2012


المؤلفات و البحث العلمي

§   كتاب  "Intie" : جمع المقالات الأدبية الإندوسية المأخوذة من المؤلفات للمؤلف فى المجلة و الجريدة والنشرات العلمية  عام 2011-2012 , مكتبة "خزانة" سومنب 2012
§        البحث العلمي عن الحيوان و النباتات فى الأيات القرأنية  "  Zoology and Botany in Qur’anic Verses"  


سورابايا ,13 أبريل 2013


أحمد عبيد الله