Blogger news

Sabtu, 04 Januari 2014

JIKA MATA ANDA SEKERAS BATU


sumber: google

Catatan Ahmad Ubaidillah


Jika mata anda selama sebulan terakhir ini tidak pernah menangis. Sepertinya ada yang perlu direfleksi. Tapi tunggu dulu, menangis untuk apakah? Menangis karena apakah?

Kalau hanya menangis karena mendengarkan sebuah lagu, atau karena menonton sebuah film, semua orang juga bisa menangis karena itu. Kalau hanya menangis karena datangnya musibah atau cobaan yang terus datang bertubi-tubi, maka anak kecil pun juga bisa menangis karena itu.

Maka lihatlah bagaimana Al-Qur’an memuliakan orang-orang yang menangis, bukan karena apa-apa melainkan karena-Nya:
“Dan mereka MENYUNGKUR atas muka mereka sambil MENANGIS dan mereka bertambah KHUSYU'.”[1]

Siapakah mereka? Allah menjawabnya dalam firman sebelumnya:
“Sesungguhnya orang-orang yang DIBERI PENGETAHUAN sebelumnya apabila AL-QURAN DIBACAKAN kepada mereka, mereka menyungkur atas muka mereka sambil bersujud.”[2]

Orang-orang yang bisa menangis karena ini adalah orang-orang yang khusus. Spesial. Istimewa di mata Allah. Al-Qur’an begitu hidup di hati mereka. Dan membutakan mata dari selain-Nya. Mereka ditingkatkan BERSAMA PARA NABI DAN RASUL.

“Mereka itu adalah orang-orang yang telah diberi NIKMAT oleh Allah, yaitu para NABI dari keturunan ADAM, dan dari orang-orang yang Kami angkat bersama NUH, dan dari keturunan IBRAHIM dan ISRAIL, dan dari orang-orang yang telah Kami beri petunjuk dan telah KAMI PILIH. Apabila dibacakan ayat-ayat Allah Yang Maha Pemurah kepada mereka, maka mereka menyungkur dengan BERSUJUD dan MENANGIS.”[3]

Bagi mereka, SEGUNUNG EMAS pun akan mereka berikan hanya untuk DITUKARKAN dengan SETETES AIR MATA dalam sujud dan ibadah kepada-Nya. Apa yang lebih indah daripada tangisan karena-Nya? Tidak ada yang lebih mahal daripada tangisan di sela-sela sujud. Tangisan yang menumpahkan ketenangan yang luar biasa ke sekujur tubuh.

Tidakkah anda ingin termasuk dari mereka? Tapi bagaimanakah anda ingin menjadi seperti mereka, sementara pesan-pesan Al-Qur’an hanya anda baca sesekali. Itu pun kalau paham dan merenunginya. Namun, sayangnya anda lebih sibuk memahami dan merenungi pesan-pesan di Facebook, Whatsapp, dan media sosial lainnya. Lebih anehnya kemudian anda merasa, bahwa anda bisa seperti mereka?

“Maka hendaklah mereka sedikit tertawa dan BANYAK MENANGIS, sebagai pembalasan dari apa yang selalu mereka kerjakan.”[4]

Di manakah kita dari ayat ini? Berapa banyak acara TV yang membuat kita banyak tertawa. Butuh berapa lagi gurauan dan canda yang selama ini membuat kita larut begadang hingga malam. Hitunglah berapa kali anda tertawa dalam sehari, dan timbanglah dengan tetesan air mata (yang nyaris tidak ada) dalam sehari!! Hitunglah, dan malulah pada-Nya!

Ibn ‘Abbas setidaknya memberikan kunci dari ayat tersebut: bahwa sedikitlah kalian tertawa dalam masalah DUNIA, dan banyaklah menangis dalam masalah AKHIRAT.[5]

Dari ini, Allah sudah menantang kita yang memiliki mata, untuk menangis tentang Akhirat. Tapi adakah perasaan tersinggung sedikit saat membacanya? Allah berfirman:
“Telah dekat terjadinya hari kiamat.
Tidak ada yang akan menyatakan terjadinya hari itu selain Allah.
Maka apakah kamu merasa heran terhadap pemberitaan ini?
Dan kamu justru mentertawakannya, malah TIDAK MENANGIS?”[6]

Memang hanya Dia yang bisa mengatur tangisan kita. Sementara kita tidak peduli kepada-Nya, bagaimana pula kita bisa menangis karena-Nya. Sementara kita meletakkan-Nya di belakang pacar-pacar kita, ayah-ibu kita, hobi-hobi kita, dan harta-harta kita. Memang hanya Dia yang mengatur takaran air mata kita.
“Dan bahwasanya Dialah yang menjadikan orang tertawa dan MENANGIS,”[7]

Bahkan lebih hinanya lagi, bila mata dan hati kita diibaratkan sebagai BATU. Allah mengkiaskan dengan begitu indahnya:
“Kemudian setelah itu hatimu menjadi keras seperti BATU, bahkan lebih keras lagi.
Padahal diantara BATU-BATU itu sungguh ada yang MENGALIR SUNGAI-SUNGAI dari padanya
dan diantaranya sungguh ada yang terbelah lalu KELUARLAH MATA AIR dari padanya
dan diantaranya sungguh ada yang meluncur JATUH, karena takut kepada Allah.
Dan Allah sekali-sekali tidak lengah dari apa yang kamu kerjakan.”[8]

Bahkan batu pun, ada yang menangis begitu deras menjadi sungai-sungai, menjadi mata air, bahkan jatuh, karena-Nya. Adakah mata kita lebih hina dari batu???



[1] QS. Al-Israa’ (17): 109
[2] QS. Al-Israa’ (17): 107
[3] QS. Maryam (19): 58
[4] QS. At-Taubah (9): 82
[5] Lihat Ibn ‘Abbas, Tanwirul Muqabbas min Tafsir Ibn ‘Abbas, jilid I hlm. 210
[6] QS. An-Najm (53): 57-60
[7] QS. An-Najm (53): 43
[8] QS. A-Baqarah (2): 74

0 komentar:

Posting Komentar