Blogger news

Jumat, 24 Januari 2014

SUARA AL-QUR’AN ATAU SUARA MEMATIKAN?


sumber gambar: google
Catatan Ahmad Ubaidillah

Coba heningkan telinga sejenak. Yakni saat Anda merasa risih dengan suara Al-Qur’an. Imajinasikan perlahan, bahwa saat ini ada SERIBU PETIR datang menggelegar silih berganti. Saat itu, akan sembunyi di manakah telinga kita?

“...mereka menyumbat telinganya dengan anak jarinya, karena (MENDENGAR suara) PETIR,sebab takut akan mati...”[1]

Orang-orang Kafir itu baru merasa takut saat mendengarkan suara petir. Sementara, saat Suara Zat yang Melepaskan Petir diperdengarkan pada mereka, di manakah rasa takut itu bersembunyi?Apakah setelah petir-Nya datang menyambar telinga kita, barulah kita ingin mendengarkan ayat-ayat-Nya?

Dan GURUH itu bertasbih dengan memuji Allah, (demikian pula) para malaikat karena TAKUT kepada-Nya, dan Allah melepaskan HALILINTAR, lalu menimpakannya kepada siapa yang Dia kehendaki,...”[2]

Kalau kita takut kepada petir, mesti kita ingat lagi bahwa sebenarnya petir itu bersumber dari takutnya Guruh dan para Malaikat kepada Allah. Janganlah sampai kita salah meletakkan rasa takut!

Atau terserah sajalah, mau santai-santai tidak peduli sama petunjuk Al-Qur’an. Mau cuek bebek dengan Al-Qur’an. Mau gatal telinganya kalau dengarin suara orang baca Al-Qur’an, terserah sajalah. Tapi...

Tapi ingat, bahwa dari abad ke abad, Adzab Allah datang berupa SUARA! Sejak dari kaum Tsamud, kaum ‘Aad, Sodom, dan Madyan, hingga kaum Kafir di akhir zaman. Bukankah pula, tiupan Sangkakala pertama adalah SUARA yang menghancurkan seluruh alam semesta?

“Maka masing-masing (mereka itu) Kami siksa disebabkan dosanya, ... dan di antara mereka ada yang ditimpa SUARA keras yang MENGGUNTUR, ...”[3]

Ingat lagi! Sebab dari semua adzab SUARA itu hanya karena mereka tidak ingin mendengarkan suara para Nabi (Firman Allah).

1. Tsamud (Kaum Nabi Shaleh)
“Adapun kaum Tsamud, maka mereka telah dibinasakan dengan kejadian yang LUAR BIASA.”[4]

“Maka mereka (penduduk Al-Hijr/Kaum Tsamud) dibinasakan oleh SUARA KERAS yang mengguntur di waktu pagi.”

“Sesungguhnya Kami menimpakan atas mereka (Kaum Tsamud) satu SUARA yang keras mengguntur, maka jadilah mereka seperti RUMPUT KERING (yang dikumpulkan oleh) yang punya kandang binatang.”[5]

”Dan SATU SUARA KERAS yang mengguntur menimpa orang-orang yang zalim itu (Kaum Tsamud), lalu mereka MATI BERGELIMPANGAN di rumahnya.”[6]

2. ‘Aad (Kaum Nabi Hud)
“Maka dimusnahkanlah mereka (Kaum ‘Aad) oleh SUARA yang mengguntur dengan hak dan Kami jadikan mereka (sebagai) SAMPAH BANJIRmaka kebinasaanlah bagi orang-orang yang zalim itu.”[7]

3. Sodom (Kaum Nabi Luth)
“Maka mereka (Kaum Luth) DIBINASAKAN oleh SUARA KERAS yang mengguntur, ketika matahari akan terbit.”[8]

4. Madyan (Kaum Nabi Syu’aib)
“Dan tatkala datang azab Kami, Kami selamatkan Syu'aib dan orang-orang yang beriman bersama-sama dengan dia dengan rahmat dari Kami, dan orang-orang yang zalim dibinasakan oleh SATU SUARA yang mengguntur, lalu jadilah mereka MATI BERGELIMPANGAN di rumahnya.”[9]

5. Dari Seluruh Bangsa (Kaum Nabi Muhammad)
Yakni kaum Kafir di akhir zaman, mereka akan mendengarkan SUARA SANGKAKALA ISRAFIL yang pertama. Suara dahsyat itu menghancurkan seluruh alam semesta.

“Mereka tidak menunggu melainkan SATU TERIAKAN saja (Sangkakala pertama)yang akan membinasakan mereka ketika mereka sedang bertengkar.”[10]

“Tidak ada SIKSAAN atas mereka melainkan satu TERIAKAN suara saja; maka tiba-tiba mereka semuanya MATI.”[11]

Ngeri banget. Lantas, apakah orang yang mendahulukan suara penyanyi idolanya dibandingkan suara Al-Qur’an, merasa aman dari adzab suara? Apakah orang yang menyingkirkan suara Al-Qur’an dari playlist mp3-nya, dan menggantinya dengan ratusan musik bersyahwat akan dibiarkan begitu saja?

Dahulukanlah suara Al-Qur’an, sebelum suara yang tidak kita inginkan meluluh-lantakkan tubuh kita.

“Santai napa, bro, gak usah ekstrem gitu...”
“Gak bisalah, bro, emangnya masuk surga itu bisa sambil santai-santai, tiketnya gak diobral murah, masbro...”
“Yah, kan kita-kita masih muda nih, Al-Qur’an biar di Mesjid sono, bareng yang udah bau kuburan...”
“Wah, kayaknya Syaitan seneng banget denger kata-kata ente...”


[1] QS. Al-Baqarah: 19
[2] QS. Ar-Ra’d: 13
[3] QS. Al-Ankabut: 40
[4] QS. Al-Haaqqah: 5
[5] QS. Al-Qamar: 31
[6] QS. Hud: 67
[7] QS. Al-Mu’minun: 41
[8] QS. Al-Hijr: 73
[9] QS.  Hud: 94
[10] QS. Yasiin: 49
[11] QS. Yasiin: 29

0 komentar:

Posting Komentar