Blogger news

Rabu, 08 Januari 2014

SUKANYA KOK MAIN POTONG-POTONGAN



sumber: google 

Artikel Ahmad Ubaidillah
(Bantahan terhadap Fitnah yang Dilancarkan kepada Kitab Ad-Durar As-Sunniyyah)

Seorang Ustadz saya, Adipati Karna menyebarkan fitnah tentang Ulama’ Salafi Nejd, bahwa mereka mengakui pentingnya Tashawwuf. Sayangnya, ada permainan potong-memotong dalam memprovokasi ummat, demi membuktikan opini pribadi. Berikut teks yang dia cantumkan dari Kitab Ad-Durar As-Sunniyyah, beserta terjemahannya:

ولا ننكر الطريقة الصوفية، وتنْزيه الباطن من رذائل المعاصي المتعلقة بالقلب والجوارح، مهما استقام صاحبها على القانون الشرعي، والمنهج القويم المرعي، إلا أنا لا نتكلف له تأويلات في كلامه، ولا في أفعاله،....
Terjemahan:
“Kami tidak memungkiri Tariqah-tariqah Shufiyah, dan pembersihan batinnya dari kehinaan maksiat yang berhubungan dengan hati dan anggota tubuhnya, SELAMA PENGANUTNYA ISTIQOMAH DI ATAS ATURAN SYARI’AT DAN MANHAJ YANG LURUS DAN SESUAI,....”

Dengan PE-DE-nya, ada judul di bagian atas gambar:
“ULAMA’ WAHHABI MENGAKUI PENTINGNYA AJARAN TASHAWUF”

Padahal, kalau kita lihat teks aslinya dengan seksama, ada lafal (مهما) yang berarti “selama”, yang kedudukannya memberikan SYARAT dari pernyataan “tidak memungkiri” yang ada pada awal kalimat. Sepertinya Ust. Adipati Karna perlu mempelajari ulang makna dan kedudukan dari lafal (مهما) dalam Ilmu Nahwu.

Sayangnya pula, Ustadz Adipati Karna tidak memberikan terjemahan dari lafal selanjutnya, yang padahal sangat jelas terlihat di gambar. Kan, ini bisa menjadi senjata makan tuan:
....إلا أنا لا نتكلف له تأويلات في كلامه، ولا في أفعاله،....

Terjemah yang ditinggalkan oleh beliau:
“...kecuali bahwasanya kami TIDAK IKUT MENANGGUNG BEBAN atas TAKWIL-TAKWIL yang terdapat dalam perkataan-perkataan (para pengikutnya), tidak juga dalam PERBUATAN-PERBUATAN mereka (amalan-amalan Bid’ah),...”[1]

Bukankah ini jelas, bahwa kata-kata:
“ULAMA’ WAHHABI MENGAKUI PENTINGNYA AJARAN TASHAWUF”
Adalah kata-kata hiperbola yang dibuat-buat sebegitu hebohnya. Meniru judul-judul provokatif di media-media massa. Padahal jika kita melihat teks asli berbahasa Arabnya, kita dapat mengetahui bahwa ini adalah DUSTA YANG BESAR.

Bahkan jika kita telaah di dalam Kitab “Ad-Durar As-Sunniyyah” yang teksnya dipermainkan oleh beliau, maka kita akan menemukan banyaknya teks yang menunjukkan PENENTANGAN TERHADAP SHUFI. Berikut laporannya.

KESESATAN SHUFI YANG BERGELIMANG FILSAFAT
Pada jilid XI hlm. 283 disebutkan:
“Syaikhul Islam Rahimahullah menyebutkan bahwasanya ada banyak golongan dari kaum muslim dan non muslim, yang menentang pendapat ini (Filsafat Plato), dan mereka menyebutkan bahwasanya pendapat tersebut TIDAK MASUK AKAL.

Beliau Rahimahullah menyebutkan pula bahwasanya FILSAFAT DAN PENGANUT WIHDATUL WUJUD tidak memisahkan antara sifat Qadim (Lama) dan Hadits (Baru). Mereka juga tidak memisahkan antara perintah dan larangan. Dan telah BANYAK dari kalangan SHUFI yang masuk ke dalam KESESATAN INI. Dan dua kelompok tersebut adalah sesat, dan menyesatkan (orang) dari jalan yang sudah ditetapkan.”[2]


BANTAHAN KEPADA PENGIKUT TAREKAT QODIRIYAH
Dalam Bab: Bantahan terhadap Selebaran yang Dibawakan oleh Seorang Lelaki dari Penduduk Jabal Sulaiman, yang Mengandung Kesyirikan dan Atheisme, dalam jilid XI hlm. 426-427:

“Kemudian sesungguhnya orang Kafir ini (penulis selebaran) berkata: sesungguhnya dia Qadiry; yakni pengikut Tarekat Abdul Qadir al-Jailani; dan nisbat (kepada Syaikh Abdul Qadir al-Jailani) ini adalah sesuatu yang Bid’ah DIBUAT-BUAT oleh orang-orang bodoh SHUFI, Allah tidak pernah menurunkan perintah ini, akan tetapi ini adalah termasuk dari perkara-perkara agama yang baru, yang telah diperingatkan oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam terhadap ummatnya. Sebagaimana sabda beliau:
وإياكم ومحدثات الأمور، فإن كل محدثة بدعة، وكل بدعة ضلالة
“Hindarilah perkara-perkara yang diada-adakan dalam agama, karena sesungguhnya setiap perkara yang diada-adakan itu adalah Bid’ah, dan setiap Bid’ah adalah sesat.”
(HR. Abu Dawud no. 4607 dan Ad-Darimy no. 95)

Dan ini TIDAK PERNAH DIKETAHUI pada zaman SAHABAT dan TABI’IEN, tidak juga pada zaman para Syaikh yang agung (Fuqoha’, Ahli Hadits, dll.), yang kedudukan mereka jauh lebih mulia daripada Abdul Qadir al-Jailani dengan beberapa tingkatan. Maka dia (Abdul Qadir) menjadi lebih utama bila nisbat (Tariqah tersebut) disandarkan kepada selainnya, lebih baik jika nisbatnya disandarkan kepada orang-orang sebelumnya, seperti Basyar Al-Haafi, Al-Junaid, Sahl bin Abdullah, dan orang-orang seperti mereka, baik dari generasi mereka, maupun selainnya.”[3]

SYAIKH MUHAMMAD BIN ABDUL WAHHAB MENENTANG SHUFI
Pada jilid XII halaman 538:
“Beliau (Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab) menyelisihi Jahmiyah dalam setiap pendapat mereka dan Bid’ah-bid’ah yang mereka buat dalam agama Allah. Dan beliau tidak sependapat dengan apa saja yang telah dibuat-buat oleh SHUFI, baik dari Bid’ah-bid’ah maupun Thariqah-thariqah yang menyelisihi hidayah Rasulullah dan Sunnah-sunnah beliau, dalam Ibadah maupun pengasingan diri mereka, juga dzikir-dzikir yang menyelisihi apa yang telah disyari’atkan.”[4]

HARAMNYA IBADAH NYANYI ALA SHUFI
Pada jilid XV halaman 165:
“Maka adapun yang Bid’ah yang dibuat-buat oleh SHUFI di zaman ini, baik dari kecanduan mendengarkan NYANYIAN dengan penyanyi-penyanyi wanita dari gadis-gadis, Thar (sejenis alat musik), alat-alat musik petik, dan gitar maka HARAM.”[5]
Juga, pada jilid XV halaman 191:
“Dan maksud dari kelompok-kelompok yang menyukai NYANYIAN, dan berkeyakinan bahwa (nyanyian) itu adalah bagian dari agama, yang dapat MENDEKATKAN DIRI KEPADA ALLAH: (adalah) segolongan orang dari SHUFI, mereka membuat BID’AH mendengarkan nyanyian. Maka Ulama’ di zaman mereka MENGINGKARI MEREKA, dan menentang mereka dari segala penjuru. Para Ulama’ Al-Haqq juga berijma’ bahwa apa yang telah diperbuat kelompok ini (Shufi) adalah BID’AH MUNKAROH.

Ath-Tharthusyi mengarang kitab yang disebutkan (namanya) dalam membantah mereka, dan penjelasan tentang KEBATHILAN MADZHAB mereka. Dan dari sini, para pembaa akan mengetahui bahwa orang-orang yang gila dengan mendengarkan NYANYIAN dan ALAT-ALAT HIBURAN ada 2 kelompok:

Kelompok pertama: yang mengambilnya (NYANYIAN) sebagai bagian dari Agama dan Ibadah, dan mereka adalah seburuk-buruknya dari antara dua kelompok yang disebutkan, dan paling parah dosa dan bahayanya, oleh sebab Bid’ah yang mereka buat dalam Agama, yang belum diberi izin oleh Allah...”[6]



[1] Lihat, Abdurrahman bin Muhammad bin Qaasim, Ad-Durar As-Sunniyyah fii al-Ajwibah an-Najdiyah, Mwaqi’u Maktabah al-Madinah ar-Raqmiyah, jilid I hlm. 241
[2] Ibid, jilid XI hlm. 283
[3] Ibid, jilid XI hlm. 426-427
[4] Ibid, jilid XII hlm. 538
[5] Ibid, jilid XV hlm. 165
[6] Ibid, jilid XV hlm. 191

1 komentar:

  1. The Most Casino Bonus Offers and Promotions in Nevada, NJ, PA
    If you're looking for 양산 출장안마 a 대전광역 출장샵 low-deposit casino bonus that will 서울특별 출장샵 keep you going, here are the casino 양산 출장마사지 bonuses 청주 출장샵 you can claim for 2021.

    BalasHapus